Bagi marketer yang sudah berpengalaman pasti sudah tau arti istilah Good Guy, Bad Guy ini. Sekedar share dan buat yang lebih master di dunia marketing please CMIIW ya...
Entah dari mana istilah ini diciptakan dan oleh siapa diciptakan, tapi yang jelas strategi ini bisa dibilang "high impact". Kenapa saya bilang strategi? yups, bayangkan seperti permainan bola "one-two" atau saling oper dan tercipta goal.
Lalu bagaimana strateginya dan apa goal-nya?
Pertama kita lihat dulu goalnya, yes... goalnya adalah closing... it means barang yang kita jual laku dan terjadi deal dan transaksi antara kita dengan buyer/customer.
Lalu bagaimana tentang strateginya? OK, mari kita lihat ilustrasi ini...
Yang dibutuhkan adalah minimal 2 orang, misal ada 2 sales, entah itu sales yang se-level, atau sales dengan supervisornya.
SLS : Sales
SPV : Supervisor (kalau nggak ada spv-nya ya akting aja sebagai spv, hehe)
CUST : Customer
Gambaran awal :
TV dengan harga price list 3jt, dengan discount maksimal yang bisa diberikan ke customer 10% yaitu minimal harga terendahnya 2,7jt.
Di sebuah toko elektronik...
CUST : Berapa duit nih TV?
SLS : 3 Juta pak, sudah dapat bonus bracket sama antena pak.
CUST : Boleh kurang nggak?
SLS : Nett lah pak, pas-nya 2,9jt ya pak?
CUST : Ehmmm, ahhh kurang lagi donk... 2,5jt aja ya?
SLS : Wah, maaf pak, belum bisa pak sudah paling pas pak.
CUST : (sambil siap-siap mau pergi...) Ya sudah lah, kalau nggak bisa kurang...
SLS : Tunggu pak, saya tanyakan sama supervisor saya dulu ya pak...
CUST : Ya sana, cepet...
SLS : (manggil supervisornya dan kasih kode Bad Guy, Good Guy)
SPV : Ya pak, bisa saya bantu?
SLS : Jadi begini, Bapak ini mau beli TV, saya cuma bisa kasih discount 100rb. Beliau minta lebih lagi...
CUST : Gimana mas? bisa nggak 2,5jt saja?
SPV : Sebelumnya mohon maaf pak, kalau harga segitu masih belum bisa pak, saya mungkin cuma bisa kasih 2,8jt pak, itu sudah nett pak, dan itu pun perlu persetujuan manager saya untuk proses di kasir nanti pak.
CUST : Ahhh, masa sih?
SPV : Maaf nih pak, mungkin mau digantung pun saya juga nggak bisa beri lebih pak, karena memang harganya segitu pak.
CUST : (sambil ngeliat si SLS...) Tuh bisa turun lagi, ya sudah, dicoba dulu ya TVnya, saya bayar dimana?
....and finally CLOSING....

Ya, disini si sales lah yang menjadi BAD GUY dimana dia harus memposisikan diri menjadi orang yang disalahkan (dan harus dengan ikhlas mau disalahkan lho...)
Kemudian si supervisor inilah yang akan menjadi malaikat penyelamatnya alias GOOD GUY, yang akan menggiring customer ke dealing dan terjadi transaksi. Bahkan dalam satu kasus si Good guy ini harus mengeluarkan statement "Maaf nih pak, mungkin mau digantung pun saya juga nggak bisa beri lebih pak, karena memang harganya segitu pak." yang akan menjadi titik klimaks dari suatu negosiasi yang meyakinkan, dan yakinlah bonusnya adalah CLOSING itu sendiri.
HARUS DITEKANKAN bahwa strategi ini bukan menunjukkan sales yang goblok dan supervisor yang brilliant. Apabila Anda para marketer beranggapan seperti itu, maka Anda belum memahami hal diatas tadi, dan Anda stop baca sampai disini dan ulangi baca dari awal lagi ya. hehe...
Strategi ini adalah TEAM WORK dan itu kenapa di setiap lowongan kerja selalu ditulis "Willing to team work" atau "Bisa bekerja secara team".
Disitulah letak seni-nya, strategi negosiasi antara 3 individu, yang pada awalnya si sales melawan customer, dan nampaknya sales memiliki senjata pamungkas si supervisor, tapi ternyata si supervisor ini justru membela si customer ini dan akan nampak si sales kalah perang.
Yang terakhir, kadang seorang atasan lupa akan hal ini, sering kali kalau batal closing yang ada salesnya digoblok-goblokan bahkan dibilang nggak mbakat nyales. Dan bila Anda seorang atasan, mulailah berpikir bahwa Anda bekerja sebagai team bukan sebagai seorang penjajah. Dan apabila Anda seorang sales, mari mulailah share ini ke teman-teman kita...
Salam Marketer....




